Senin, 30 Januari 2017

Belum Ada Judul

Mungkin bukan Iwan Fals saja yang memberikan nama karyanya seperti kata yang terpetik di atas. Ini adalah judul dimana semua tentang kemulut bermula, sehingga pada akhirnya tak ada kata yang cukup padu mewakili semua kejadian ini. Sayangnya ini harus di tuangkan, kedalam catatan ini.
*****

       Waktu akan mungkin dengan mudah berlalu, meninggalkan apa yang tak seharusnya yang ia tunggu dan tak pernah kembali berdiam diri sembari angan akan meraihnya kembali sehingga itu semua menjadi nyata. Yah, Inilah pahitnya!, sebuah kenyataan akan terasa sangat pahit bagi seorang pemimpi yang telah terbangun dari tidurnya tan harus berasni mewujudkannya, menyatakannya bahkan ia takkan berani untuk mengingat mimpi itu kembali. 

        Saat kobaran obor semangat akan kian memudar, saat itu pulalah malam benar-benar terasa buta dan angin sungguh-sungguh merasa dingin. Maka seseorang mengetahui arti dari sebuah kebenaran akan sebuah kematian.

        Tapi aku tak mau mati dan tak takut mati untuk sekarang ini, masih banyak alasan yang memaksaku harus tetap kokh berdiri menantang ajal yang tiap saat mengintai. Inilah kenyataannya dimana aku akan berusaha melawan kerasnya hinaa, hujatan dan makian. Demi mereka, demi dia dan demi semua mimpi-mimpi itu serta demi janji itu. Aku mencintai hidupku, duniaku, mereka dan dia. 

        Kini saat ajal datang menggodaku dan mengajakku untuk pergi, aku takkan menoleh sedikitpun padanya melaikan aku akan medah tangan pada Yang Satu, meminta perlindungannya dan pertolongannya. 

"Ya Allah Ampunilah dosa ku dan dosa kedua orang tuaku dan dosa hamba-hambaMu, lindungi kami dan permudah urusan kami".

dan keajaibanpun terjadi, semangat baru hadir dalam diriku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar