Hanya tanda tanya yang selalu melilit dalam benak ini, tanda tanya akan apa dan mengapa ini terasa begitu sulit. Kala bersama dan menjalani ini dengan senyuman kita saling percaya, entah apa yang membuat emosi ini terlalu mudah untuk tersulut. Rasa yang terbakar seolah-olah mengeluarkan tingkah yang memprotesmu, tingkah yang seharusnya tak perlu kusalahkan. Aku menyesal untuk kesekian kalainya dan aku juga memohon maaf untuk kesekian kalainya. "Bilakah akan berakhir tingkah prontalku yang kian mengusik dirimu?", aku tak mampu menjawabnya, namun akau akan beruhasa untuk menguranginya dan berusaha tak membuatmu kecewa.
Melalui akun ini aku ber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar