Rabu, 31 Agustus 2016

Apakah Akan Malam Minggu?

Pagi begitu dingin, hanya ada selimut yang melingkari tubuhku sembari menghantarkanku pada kelelapan semata. Ponselku berdering mengeluarkan siulan tanda pesan dari seberang sana entah dari siapa, terlihat masih sangat silau ponsel itu.

" I'll always waiting for you", sebuah pesan yang cukup mengejutkan sedini ini.

Pesan dari pacarku dari seberang sana, mngkinkah itu sebuah kerinduan atas penantian-penantian kami yang sebentarlagi akan berlabuh pada sebuah malam. Malam minggu.

Pagi saat aku kembali memulai kegiatan seperti pagi-pagi beberapa hari lalu. Aku mendengar sebuh tugas dari mitra kerjaku, ambil andil dalam sebuah kegiatan. Sayangnya kegitan itu adalah kegiatan menginap, oh sungguh kegiatan yang sangat bagus, meski aku harus menemuinya saat malam minggu. Haruskah aku meng Iyakan ajakan mitraku, haruskah dia menunggu ketidak hadiranku di malam minggu.

Aku kembali terjerembak dalam sudut-sudut yang pelik, hanya segumpal ketakutan untuk memilih yang keduanya adalah hal yang sama penting. Bilakah berakhir sebuah dilema dan bilakah berakhir kata maaf untuknya, bilakah waktu bahagia itu datang. Aku tidak berdaya, aku ingin segera hengkang tapi aku adalah manusia biasa yang harus mengemban amanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar