Jumat, 12 Agustus 2016

Malam Syahdu dan Titik Hujan

Malam kian tak berbualan, hanya mendung yang memberikan hawa dinging usai titik hujan menete. Menetesi dua orang yang terpisahkan jarak namun di persatukan rasa, rasa yang memberikan jalan pada mereka untuk berbalas pesan dari dua posisi yang tak seruang.

Inikah kerinduan yang tersampaikan atau inikah sebuah perbincangan rasa, atau inikah cinta. Rasa dan cinta hanyalah rumbaian kata yang tak mampu untuk melukiskan indahnya perasan mereka, indahnya kasih sayang mereka dan indahnya hari-hai mereka.

Dalam nestapa penuh keunyian hanya ada pujangga dengan syair-syairnya, syair yang begitu meyayat jiwa. Namun dalam kemerlapnya cinta itu semua tidak lebih dari sebagian kecil dalam catatan cerita mereka, banyak hal lain yang bahkan tak tertulis bahkan tak bisa di ingat.

Dari balik jendelaku aku menatap awan dan membalas pesanmu, seakan malam ini cuaca ikut ambil andil dalam perbincangan kita dan dalam hubungan kita yang semakin hangat. Love You Triska Ramadhani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar