Jumat, 05 Agustus 2016

Sebuah pagi



            

Ini hari dimana aku baru saja terjaga dari lelapnya kantuk, malam tadi memang tidak memberikan waktu yang cukup untuk terlelap. Mungkin karena harus duduk di samping nenek yang sedang sakit, meski ada kenyamanan di sampingnya seperti masa dimana aku masih kecil. 

Kali ini kami agak berdialog panjang tentang seseorang yang wajahnya masih baru. Walau baru nenek cepat mengenalinya dan begitu jugan dengan dia bisa menyesuaikan dirinya. Pertemuan dan dialog merekapun membuat nenek senang, meski aku di kacangin tapi enggak apalah yang penting mereka senang. 

Nenek pesan, kalau dia itu baik dan serasi untukku. Yah, sedikit GR-sih mendengarnya yang penting kami bahagia dan menjauhkan dari tingkah yang menyalah. Meski kadang aku sering memancing kejengkelan, setidaknya dia selalu melerai.  Melerai kebodohan yang tidak patut di peralalasankan.
Wajahnya terlihat manyun tapi tetap saja masih catik, dia tidak begitu nyaman dengan itu. Dengan jujur aku hanya berniat untuk mengujinya walau tak sepantasnya aku berbuat seperti itu.

Catatan indah menghiasi hari dalam kemerlap rona kehidupan, kesalahan dalam tiap tutur kata insan hanyalah nafas kehilafan akibatan penurutan nafsu. Aku melihat sebuah kehidupan baru dlam dirimu, indah dan nyaman berhiaskan cinta yang tulus. Selama ini aku terus mencari dan terus berbenah, namun pencarian itu kini tidak sunyi dan dihiasi tawa. 

Maaf ya, sayang kalau abng suka buat ika jengkel..


I Love You Mr.M.Abdul Hasan Simatupang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar