Minggu, 21 Agustus 2016

Dilema

Pagi, dimana kamu datang membawa kebahagianku, aku membawanya dengan kendaraan yang aku berinama Rengganis. Pagi, engakau akan datang esok membawaku sedikit menjauh darinya. Pagi, adakah hari ini akan kembali. Kembali bersamaku dan dia serta semua yang telah terekam dalam ingatan kami masing-masing. Meski aku sering lupa, meski aku jarang mengenangnya, meski dia selalu menghiasinya dengan rengutnya yang acap kali datang karena  kenakalanku.

Pagi, adakah sebuah kata untuk mewakili kebahagian ini. Adakah yang bisa membuat kejauhan ini menjadi nyaman, adakah pagi, adakah.!, walau sembari menyapa mereka yang tengah menanti. Pagi, aku baru saja merasakan kehangatan yang baru, kehangatan yang tidak datang dari mentarimu yang elok. Salahkah kehangatan itu datang darinya, salahkah aku menerimanya, salahkah semua ini pagi.

07:02, aku tepat berdiri di depan rumahnya. Pagar hitam dan suasana yang masih sunyi membuatku sedikit menunggu. Hanya barang sebentar, dia datang keluar rumah menyapaku dengan kata "Sebentar, yahh". Sapaan yang terdengar lambat berngiang di telinga ini.
Pakaian yang serba gelap seakan meperhias dirinya, dia tersenyum kembali dan berjalan mendekatiku.Triska, hari ini dia terlihat lebih cantik dari pada hari biasanya, akankah ada pagi-pagi berikutnya kan datang. Datang untuk menjemputnya dan berbarengan bersamanya pergi kuliah. 

I LOVE YOU

#Lab_PPKn-FIS-UNIMED_09:47_By:M.A.Hasan.Simatupang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar